Bijak ber-Media Sosial

Oleh admin ::

1161 views ::

30 Mar 2018

Bijak ber-Media Sosial

Bijak ber-Media Sosial

 

Sekarang sudah memasuki generasi milineal menuju generasi Z. Dalam esai berjudul "The Problem of Generation," sosiolog ternama dari Amerika mengatakan bahwa dunia ini sedang memasuki generasi Z. Lantas siapa itu generasi  Z? Generasi Z adalah mereka yang  lahir dari tahun 1995-2010, artinya usia-usia sekarang inilah sebagai pelajar, pemuda zaman Now yang disebut sebagai generasi Z.

Di zaman Now era komunikasi canggih saat ini, generasi Z merupakan generasi yang tumbuh di era digital dan bebas mengakses segala informasi dari internet. Bisa dibilang, generasi Z memiliki kemampuan lebih dalam mengakses media sosial (medsos) dan informasi lebih cepat walaupun usia mereka masih kecil.

Mereka sejak kecil sudah mengenal  komputer, laptop, HP Android, Facebook, WA, Twitter, iPads, MP3 player, BBM, internet, dan aneka perangkat elektronik lainnya. Itu semua adalah sarana medsos yang secara langsung kitapun ikut memanfaatkanya. Namun, problemnya adalah sudahkah kita bijak salam memanfaatkan media sosial tersebut?

Oleh karena itu sebagai umat Islam kita harus punya sikap tegas terhadap medsos ini, setidaknya ada 3 sikap kita terhadap medsos.

Pertama, medsos merupakan nikmat dan anugrah dari Allah SWT yang perlu kita syukuri.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Medsos adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita, maka seyogyanya kita mensyukurinya digunakan dalam rangka mendekatkan diri kita kepada Allah, bukan semakin jauh dari Allah karena lalai meninggalkan perintahNya akibat dari kita kecanduan dengan medsos.

Kedua, medsos hendaknya kita gunakan dengan baik. Semisal medsos kita gunakan sebagai sarana silaturrahim, yang jauh bisa jadi dekat, yang tak kenal jadi dikenal, sebagai ajang saling sapa, yang lama bertahun-tertahun tidak berjumpa ketika kita punya medsos orangnya dengan cepat kita bisa bertegur sapa. Itulah hebatnya medsos, bahkan ada sampai yang membuat group-group di WA, BBM, FB, dsb. Teman-teman ketika di SD, SMP, SMA, bahkan tidak hanya itu group-group lainya pun dibuat ada group RT, Kantor Pekerjaan, dll. Inilah menajadikan medsos sebagai sarana untuk bersilaturrahim. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Media sosial juga bisa gunakan sebagai sarana untuk berdakwah dan menimba ilmu, kita bisa menambah ilmu lewat kajian-kajian para ustadz, Ulama-ulama di Youtube. Disisi yang lain kita bisa menyebarkan pesan-pesan kebaikan dengan kata-kata yang mengerakkan orang untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Qs. Al Imran 104)

Namun, disadari ataupun tidak, kadang kita menggunakan medsos untuk menebarkan, mengeshare berita-berita yang tidak benar atau istilah sekarang Hoaks padahal Islam melarang hal tersebut.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

Apapun berita yang kita dapatkan apalagi sumbernya belum jelas maka chek and richek terlebih dahulu, jangan sampai kita termakan dengan berita yang tidak benar. karena yang terkena dampaknya tidak hanya yang mengalami hoaks tapi juga yang menyebarkan. menyebarkan hoaks itu dapat dosa karena mefitnah, yang terkena dampak hoaksnya juga akan tercemar nama baiknya. Oleh karena itu berhati-hati dengan berita yang kita dapatkan jangan asal share-share.

Yang ketiga, mengatur penggunaan medsos. Fenomena yang kita saksikan orang sibuk dengan medsosnya, HP Androitnya, facebooknya, dll. Bangun tidur HP dulu yang dipegang, di rumah main HP juga ditepat kerja juga seperti itu dihabiskan bersama HP Androidnya disitu bisa buka FB, Twitter, IG, Youtube, dll.  Jika seperti ini, kapan kita menuntut ilmu, berdakwah, waktu untuk keluarga, bersosialisasi dengan masyarakat dan beramal. Memang berniat menuntut ilmu di dunia maya, tetapi menuntut ilmu di dunia nyata waktunya harus lebih banyak, jelas berbeda keutamaannya menghadiri majelis ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

 “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang”.(HR. Bukhari).

Oleh karena itu mari kita atur mengggunakan medsos secara porporsional agar kita tidak menjadi pecandu medsos sehingga bisa membagi waktu dalam berhubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Mudah-mudah Allah SWT  bisa membimbing kita dalam memanfaakan media sosial dengan bijak sehingga kita bisa ramah kepada siapapun.


By; Ibnu Asakir