Disiplin Sifat Orang Yang Bertaqwa

Oleh admin ::

7171 views ::

16 Mar 2018

Disiplin Sifat Orang Yang Bertaqwa

Islam adalah agama yang sempurna dari segala aspek kehidupan, diantaranya adalah aspek kedisiplinan seseorang. Sebagai contoh, waktu sholat fardhu yang mempunyai batasan waktu awal dan akhir sehingga setiap Muslim harus sholat tepat di waktu sholat yang telah ditentukan, jika tidak maka sholatnya dianggap tidak sah.

Diantara dalil-dalil yang mengajarkan kedisiplinan yakni,  

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(Q.S.An-Nisa:59)

Allah telah menyuruh kita untuk taat kepada Allâh Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya, disiplin adalah salah satu bentuk taat pada peraturan, terutama aturan yang telah ditetapkan oleh Allâh Subhanahu wa Ta'ala.

Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memegang pundakku, lalu bersabda: Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma berkata: “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”. (HR. Bukhari, Kitab Ar Riqaq)


Hadits di atas mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup ini kita harus menjadi manusia-manusia yang disiplin. Oleh karenanya kita dapati banyak ayat alquran dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersumpah dengan waktu.

Bagi seorang pelajar atau penuntut ilmu, maka disiplin adalah salah satu kunci sukses. Orang yang sukses dalam bidangnya adalah orang yang disiplin dalam mengejar kesuksesannya. Jika kita punya keahlian dalam bidang tertentu, maka gunakan dan asahlah dengan baik karena keterampilan tanpa kedisiplinan hanya akan menjadi sia-sia. Sebagaimana firmanAllâh Subhanahu wa Ta'ala :

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

Artinya: “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”(Q.S. Al Isra’:84) 

Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi kemampuan atau keahlian kita.

Disiplin merupakan perilaku yang harus ada pada seseorang jika ingin sukses. Kita lihat saja orang-orang sukses yang telah sukses. Mereka rata-rata menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka, terlebih disiplin dalam hal waktu. Selain itu yang paling perlu dipahami adalah bahwa kedisiplinan adalah sifat orang yang bertaqwa atau orang yang memiliki sifat ihsan. Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ihsan adalah:

“Menyembah Allah subhanahu wa ta’ala seakan-akan kamu melihat-Nya”.

 

Konsekuensi dari perilaku ihsan tersebut adalah komitmen kita untuk tetap melakukan ibadah baik di kala sendirian maupun saat ada orang yang mengawasi, dalam keadaan sempit maupun lapang. Itulah inti disiplin yang sesunggguhnya.