TAHUKAH KAMU ?  25 NOVEMBER SEBAGAI HARI GURU NASIOANAL

Oleh admin ::

2396 views ::

23 Nov 2018

TAHUKAH KAMU ? 25 NOVEMBER SEBAGAI HARI GURU NASIOANAL


Tahukah Kamu?

Setiap tanggal 25 November kita memperingati Hari Guru Nasional !


Begini ceritanya kenapa tanggal 25 November di peringati sebagai Hari Guru Nasional.

Dahulu para pegiat pendidikan di Indonesia mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912 yang beranggotakan kepala sekolah, guru dan penilik sekolah. Seiring waktu, PGHB ini berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia atau PGI di tahun 1932. Dengan adanya perubahan nama ini, membuat Belanda yang tadinya mendukung menjadi tidak senang karena nasionalisme yang tercermin dari PGI dinilai sebagai upaya untuk memberontak, meskipun tak ada bukti pemberontakan apapun hingga saat ini yang terungkap oleh sejarah. Tak ada kegiatan penting lainnya selain mencerdaskan kehidupan bangsa pada umumnya. Hingga masa peralihan penjajahan Belanda oleh Jepang yang akhirnya tidak ada satupun organisasi yang diperbolehkan berdiri, termasuk PGI.


Kobaran api semangat para pendidik Indonesia kembali menyala, ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tak lama setelah itu, tepat pada tanggal 24 dan 25 November 1945, kongres guru pertama diadakan di Surakarta untuk satu tujuan yang sama dari segala elemen pendidik tanah air yakni, mencerdaskan bangsa Indonesia, karena martabat bangsa dilihat dari peradaban bangsa itu sendiri.

Pada saat itu pula PGI kembali berganti nama menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. Karena kongres itu pula hingga kini 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional, sekaligus sebagai tonggak bersejarah berdirinya PGRI sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Presiden No.78, tahun 1994.

Demikian penjelasan singkat mengenai sejarah Hari Guru di Indonesia. Semoga kita bisa semakin menjadi pribadi yang bisa menghargai dan menghormati jasa para guru Indonesia.

Selanjutnya sebagai seorang muslim, ada satu sosok guru Agung yang patut menjadi tauladan utama bagi kita, yakni Beliau Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah tokoh yang memiliki banyak peran. Ia adalah seorang pemimpin umat, komandan perang, referensi bagi umat dan hakim dalam menyelesaikan berbagai masalah. Tapi dari sekian banyak peran beliau, peran paling utama dan esensial adalah peran sebagai seorang pendidik atau guru.

Bukti hal ini bisa dilihat pada firman Allah Swt berikut ini:


هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (2)


Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (Qs. Al-Jumuah [62]: 2)

Ada tiga peran utama Rasulullah Saw yang tertera dalam di atas:

  • Membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka
  • Mensucikan mereka
  • Mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah).

Ketiga peran itu tersimpul dalam satu kata “Mendidik”

Ayat yang pertama turun kepada Nabi Muhamad Saw yaitu ayat 1-5 Surat Al-‘Alaq:

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ayat ini menegaskan bahwa Islam dibangun di atas pondasi Ilmu dan pengetahuan. Dan menjadi tujuan diutusnya Nabi adalah menunjukkan manusia kepada kebenaran dan mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya ilmu dan pengetahuan.

Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Saw mengutamakan ilmu dan menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu, bahkan Nabi mengutamakan ilmu dari shalat nafilah.

Mari simak hadits hadits berikut.


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلَا مُتَعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا


Rasulullah Saw bersabda: “Allah tidak mengutusku sebagai orang yang kaku dan keras akan tetapi mengutusku sebagai seorang pendidik dan mempermudah”. (HR. Muslim No 2703)

Muawiyah bin Hakam berkata:


مَا رَأَيْتُ مُعَلِّماً قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ أَحْسَنَ تَعْلِيْماً مِنْهُ


“Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudahnya orang yang lebih baik pengajaranya selain beliau (Nabi Muhammad Saw)”

Semoga bermanfaat, semoga Guru di Indonesia semakin berkualitas, kreatif, imajinatif dan memberi tauladan yang baik sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam contohkan karena Guru adalah sosok Pahlawan Pendidikan Yang berperan penting dalam memajukan anak bangsa.