Joyful (and meaningful) Learning in Education for Teachers (Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna Dalam Pendidikan Untuk Guru) Oleh : Tugiman, S,Pd,Si,

Oleh admin ::

1054 views ::

13 Oct 2021

Joyful (and meaningful) Learning in Education for Teachers (Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna Dalam Pendidikan Untuk Guru) Oleh : Tugiman, S,Pd,Si,

            Makna dari Pembelajaran yang menyenangkan adalah suatu proses pembelajaran yang berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. Menurut Prof. Allan L White pada materi joyfull learning menyampaikan bahwan joyfull learning terjadi ketika emosi peserta didik dapat tertawa (laughter), bergairah (exited), dan tertantang (challenged). Ketikan ketiga hal tersebut terjadi pada sebuah pembelajaran maka, dapat dikatakan pembelajaran itu menyenangkan (joyfull learning). Berbeda sedikit menurut Prof Pasi Sahlberg joyfull learning terjadi jika anak-anak harus mengalami saat-saat sukacita, keheranan, koneksi yang bermakna, dan terlibat dengan orang lain. Disini ada tambahan bahwa pembelajaran yang bermakna. 

           The Brain Teach Us About Learning (otak mengajarkan tentang pembelajaran) Otak manusia belajar melalui pengalaman, melalui indra yang dimiliki (penglihatan, pendengaran, membau, menyentuh dan merasa). Ketika pembelajaran kita harus melibatkan beberapa indra yang dimiliki manusia. Sehingga peserta didik akan mengalami pengalaman yang baik dan memahami pembelajaran berlangsung. Bagaimana melakukan itu bisa menggunakan gerakan gerakan, suara, video, melakukan suatu eksperimen, berdiskusi dan bermain. Joyfull learning memiliki konsep dan prinsip yang harus dilakukan agar supaya tujuan pembelajaran menyenangkan dan bermakna dapat tercapai. Adapun beberapa konsep dan prinsip dari pembelajaran menyenangkan yaitu : 

  1. Temukan Kesenangan dalam belajar – Biarkan mereka bermain dan bereksplorasi (Find the Pleasure in Learning – Let them play (explore)
    Jika kita ingin anak-anak melihat sekolah dan belajar sebagai hal yang menyenangkan, kita perlu memikirkan kembali bagaimana dan apa yang kita ajarkan dan lebih banyak bermain. Bermain disini tentunya berhubungan dengan materi yang akan disampaikan pada mata pelajaran yang diampu, sehingga kekampuan guru dalam mengetahui, menerapkan permainan haru senantiasa di tingkatkan dengan belajar selalu. Biarkan mereka menikmati belajar, tidak dalam keadaan tertekan dengan kegiatan belajar. Misalnya tidak memberikan soal yang sangat banyak, mencatat terus menerus, duduk selalu memperhatikan guru yang ngajar selama pelajaran penuh. Temukan cara seperti permainan untuk meningkatkan tawa di kelas, Jangan sampai belajar terkesan harus tegang, tidak boleh tertawa, guru terlihat garang. Harapannya jika guru dapat menemukan kesenangan dalam belajat maka pembelajaran dapat lebih menyenangkan dan peserta didik tidak lagi dalam keadaan yang tertekan dan menikmati pembelajaran dengan baik, sehingga materi akan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik
  2. Musik dan Irama (Music and Rhythm)
    Banyak hal yang paling mudah di ingat dipelajari dengan lagu (pola). Misalnya dengan nada tertentu untuk menghafalkan kosakata/materi. Dengan adanya nada dan lagu dalam melaksanakan pembelajaran maka peserta didik akan mudah mengingat apa yang dilakukan dalam pembelajarna tersebut. Berikan anak pilihan. Minta peserta didik anda untuk membuat lagu ketika mempelajari sesuatu yang baru dan mereka akan mengingatnya lebih lama. Apa yang dilakukan pada pembelajaran.  Sampel saja misalkan sebelum pembelajaran peserta didik diminta mengatakan nama mapel dan yes tiga kali diulang maka akan mudah mengingat peserta didik, ternyata pemebalajran kemarin diawali dengan kata/nada nama mapel dan yes tiga kali.
  3. Berikan anak pilihan (Give chlidren choise)
    Beri kelas sebuah masalah, biarkan mereka berdiskusi di antara mereka sendiri. Peserta didik jika diberikan permasalahan di pemmbelajaran maka mereka akan penasaran bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga anak punya pilihan penyelesaian yang paling tepat dari permasalahan tersebut. Kumpulkan ide-ide mereka tentang metode mereka untuk mendapatkan solusi. Tetapkan setiap pendekatan ke dalam kelompok dan biarkan mereka mencoba metode mereka dan jangan langsung dicap salah apa pilihan yang peserta didik lakukan untuk penyelesaian masalah. Setiap kelompok harus mempresentasikan laporan tentang metode mereka dan mengapa metode itu gagal atau berhasil. Guru akan memilih metode terbaik atau memperkenalkan metode baru
  4. Biarkan Anak-anak Menciptakan Sesuatu (Let Children Create Things)
    Daftar apa yang dapat dibuat anak-anak di seluruh kurikulum hampir tidak terbatas: surat kabar dan  majalah, brosur, cerita, buku bergambar, poster,presentasi Power Point, wawancara, sejarah lisan, model, diagram, cetak biru dandenah lantai, drama dan permainan peran, percobaan tiruan, foto, lukisan, lagu,survei, grafik, video dokumenter, dll. Sangat banyak hal yang bisa peserta didik ciptakan atau temukan dalam pembelajaran, untuk itu mari kita berikan kesempatan kepada peserta didik untuk menciptakan/menemukan suatu hal yang bisa peserta didik lalukan agar peserta didik menikmati dan bermakna serta senang dalam pembelajaran.
  5. Memajang Karya Siswa (Display Students Work)
    Dinding kelas atau sebuah ruangan khusus untuk memasang hasil karya sangat diperlakukan untuk penghargaan dan menunjukkan rasa puas peserta didik atas apa yang sudah dilakukan. Sehingga apabila melihat dinding kelas, melihat ruangan atau tempat umum karya peserta didik maka peserta didik merasa dihargai dan bangga terhadap apa yang sudah dia lakukan tetapi tetap berhubungan dengan materi atau pelajaran yang dilakukan pada pembelajaran di sekolah.
  6. Keterkaitan dengan kehidupan nyata (Real-life Education)
    Belajar adalah pengalaman, menyenangkan dan terkait dengan situasi kehidupan nyata. Temukan situasi yang membantu anak-anak menggunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka apa yang telah mereka pelajari. Dengan adanya keadaan real/nyata dalam pembelajaran peserta didik tidak lagi berfikir ilmu tidak bermanfaat, tidak ada hubungannya dengan kehidupan, justru peserta didik akan berfikir fungsinya dan senang karena memang pembelajaran bermakna dalam permasalahan kehidupan sehari-hari.
  7. Pergi keluar kelas (Go Outside The Classroom)
    Bawa anak-anak ke luar untuk mengerjakan proyek investigasi pelajaran. Siswa senang berjalan dan mengamati alam dan kemudian duduk di bawah pohon dan mendiskusikan apa yang telah mereka lihat. Bisa juga peserta didik ke pasar, ke kantor polisi atau tempat-tempat lain tentunya berhubungan dengan pelajaran. Jadi anak anak akan merasakan bahwa belajar memang tidak harus dalam box kelas dan akan lebih bermakna tentunya dengan kontroling dan pengawan guru. Selain itu kegiatan diluar kelas dijaman sekarang dimasa pandemi covid-19 bisa juga dilaksanakan anak anak diminta menjelasajh dunia internet, diajak berselancar untuk mencari informasi terkait materi pelajaran. Jadi tidak terbatas pada luar kelas nyata, tapi juga luar kelas di dunia daring/internet. Misalnya diajak menjelajahi suatu tempat wisata, suatu ekosistem suatu negara dan masing banyak lagi didunia internet.
  8. Menggunakan berbagaimacam teknologi dan permainan
    Pembelajaran menyenangkan tidak berarti menghapus tantangan dalam pembelajaran. Pentingnya perjuangan dan tangtangan dalam pembelajaran yaitu memberikan pengalaman peserta didik dalam belajar, sehingga jika dibarengi dengan pembelajaran yang menyenangkan maka pembelajaran akan lebih baik dan bermakna. Otak kita tumbuh ketika kita membuat kesalahan karena disitulan masa  perjuangan pembelajaran yang sesungguhnya, dan otak kita tumbuh dengan baik ketika kita ditantang dan terlibat dengan suatu hal yang sulit terutama pertanyaan/permasalahan kehisupan sehari-hari yang berhubungan dengan konsep pembelajaran. Menggunakan konteks untuk memberikan tantangan pada pembelajaran sangat perlu agar pembelajaran lebih bermakna tentunya dengan dibarengi dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Pembelajaran menyenangkan disini bukan berarti belajar tanpa aturan yang penting peserta didik senang, tetapi tetap memperhatikan batasan-batasan sebagai peserta didik dan sebagai guru. Sehingga pada pembelajaran juga tidak hilang nilai-nilai akhlaq, karakter peserta didik maupun guru. Selain pembelajaran menyenangkan perlu diperhatikan juga bagaimana guru dapat menanamkan perilaku akhlak yang baik, karakter yang baik dengan senantiasa memberikan contoh teladan dan memasukkan nilai nilai aklaq baik pada pembelajaran. Tentunya jika di Indonesia negara yang beragama maka menanamkan nilai-nilai religius, cinta tanah air, cinta budaya dan pendidikan karakter yang diharapkan pada pembelajaran di sekolah.

Beberapa hal yang harus dilakukan guru agar joyfull learning/ pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan di atas semoga dapat membantu guru agar dapat melaksanakan tugas dalam mengajar dengan baik. Melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga apa yang jadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Semoga bermanfaat dan sebagai guru mari kita senantiasa meningkatkan kompetensi kita baik pada kompetensi pengetahuan, pedagogik maupun teknologi serta kreativitas agar pembelajaran kita bisa lebih baik lagi dan pembelajaran di sekolah kita bisa berkualitas. Sehingga pendidikan Indonesia dimasa pandemi-covid-19 ini bisa semakin maju. Marilah kita tetap jaga protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak agar pandemi covid-19 dapat segera usai dan kita bisa melakukan pembelajaran tatap muka seperti pada biasanya, salam sehat.